agen bola
Selamat Datang di Pasaranbet.com – Agen Bola SBOBET – IBCBET Terpercaya
Apabila anda membutuhkan bantuan, silahkan hubungi CS kami yang sedang bertugas !
Friday, 15 November 2019   |   22:10 PM

Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Exco PSIS Ingin Kejadian Tersebut Dilupakan Saja

Ratu Tisha Destria

 

Kejadian pengusiran Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, memberi warna putaran kedua final Piala Indonesia 2018. Komite Eksekutif (Exco) PSSI minta permasalahan itu dilupakan saja sebab pertandingan telah usai.

Tisha mendapatkan perlakukan yang kurang menyenangkan waktu melihat pertandingan putaran kedua final Piala Indonesia di antara PSM Makassar serta Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019).

Tisha yang ada jadi perwakilan PSSI diusir oleh supporter tuan-rumah yang menampik hadirnya. Tisha sudah sempat tinggalkan podium VIP Penting, tetapi selanjutnya ada di podium VVIP.

Lihat partnernya mendapatkan perlakukan itu dari satu diantara supporter, Refrizal meresponsnya dengan enjoy.

“Telah jadi juara indah ada semua. Barusan kan cocok usir sebelum juara, saat ini telah juara,” kata Refrizal pada detikSport.

Meskipun begitu, Refrizal memandang kejadian itu harusnya tidak berlangsung.

“Memang kita butuh pendewasaan supporter. Kita ini laga bukan perseteruan, ini sepakbola, olahraga cari persaingan yang paling baik. Memang saat ini belum yang paling baik tetapi kami ingin, saya bercita-cita itu jauh dari madia, jauh dari semua jenis. Dengan begitu supporter kita makin teratur serta martabat,” ia menerangkan.

“Tidak dilarang berteriak namanya sepakbola. Kita kan bukan tonton bioskop, kita tonton bola, kita dukungan teamnya, yang tidak bisa musuhan, tawuran, tidak membetulkan itu berlangsung. Jika itu berlangsung PSSI jadi sangsi serta kita terkena efeknya semua.”

Kemenpora, lewat Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, sudah sempat menyarankan supaya PSSI menuai pelajaran dari kejadian Sekjennya. Pemerintah mengharap PSSI lebih merangkul supporter. Masalah itu, Refrizal menjelaskan yang membina supporter ialah club.

“Supporter yang membina timnya semasing. Dimana saja semacam itu. Nah, PSSI mempersiapkan sarananya itu dapat tetapi yang membina club. Adakanlah semua jenis ajakan, semua jenis, supaya supporter, agar superter kita lebih bermartabat. Kebanyakan orang ingin menang tetapi lewat cara bermartabat,” tutur Refrizal.

“Berarti, masih kami minta club membina suporternya, bekerja bersama dengan aparat. Satu kali lagi selamat buat PSM,” demikian ia