agen bola
Selamat Datang di Pasaranbet.com – Agen Bola SBOBET – IBCBET Terpercaya
Apabila anda membutuhkan bantuan, silahkan hubungi CS kami yang sedang bertugas !
Thursday, 20 September 2018   |   10:04 AM

Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Jepang Menang 2-1 Atas Kolombia

Yuya Osako

 

Jepang membuat kejutan dengan mengalahkan Kolombia di pertandingan pertama Grup H Piala Dunia 2018. Diuntungkan keunggulan jumlah pemain, Jepang menang dengan skor akhir 2-1.

Bertanding di Mordovia Arena, Jepang bermain dengan penuh percaya diri. Mereka menjadi tim Asia kedua yang berhasil meraih kemenangan di Piala Dunia 2018 ini sesudah sebelumnya Iran menang 1-0 atas Maroko di Grup B.

Jepang memulai pertandingan dengan bagus dan mendapatkan gol lewat eksekusi penalti Shinji Kagawa di menit ke-3. Wasit memberikan hadiah penalti sekaligus kartu merah buat Carlos Sanchez karena menahan bola dengan tangannya secara sengaja.

Kolombia sempat menyamakan skor pada menit ke-38 lewat sepakan bebas Juan Quintero. Akan tetapi Jepang berhasil unggul kembali lewat sundulan Yuya Osako di menit ke-73.

Jepang menjadi negara Asia pertama yang mampu mengalahkan negara Amerika Selatan di sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebelumnya ada 17 pertemuan antara negara Asia melawan Amerika Selatan, tapi satu pun tidak pernah dimenangkan negara Asia.

Jalannya Laga

Pertandingan langsung berjalan dengan tempo cepat. Saat Kolombia sedang mencoba membangun serangan, sebuah kesalahan besar dilakukan barisan belakangnya. Davinson Sanchez salah mengontrol bola dan berhasil direbut Osako. Sepakan Osako berhasil dihalai David Ospina. Bola pantul mengarah ke Kagawa yang langsung melepaskan tembakan.

Tembakan itu dihalau Carlos Sanchez dengan tangannya dan wasit pun tanpa ampun menunjuk titik putih. Tidak berhenti disana, Carlos Sanchez pun diacungi kartu merah karena dianggap sengaja menghalau bola dengan tangannya. Ini merupakan kartu merah pertama di Piala Dunia 2018.

Ini menjadi kartu merah kedua tercepat di Piala Dunia, yakni terjadi sesudah 2 menit 56 detik. Di urutan pertama masih bertengger nama Jose Alberto Batista dari Uruguay yang mendapatkan kartu merah di detik ke-54, di Piala Dunia 1986 saat Uruguay melawan Skotlandia.

Kagawa menjadi algojo dan dengan dingin menempatkan bola ke sebelah kiri bawah gawang Ospina di menit ke-3. Jepang pun memimpin 1-0.

Menariknya, Kolombia justru kian berani menyerang walaupun bermain dengan 10 orang. Di menit ke-12, Radamel Falcao mempunyai peluang. Memanfaatkan umpan Quintero, Falcao menyambutnya dengan sepakan voli. Namun tembakannya masih terlalu pelan dan bisa diamankan Eiji Kawashima.

Permainan Kolombia amat beresiko karena lini pertahanan mereka menjadi amat lowong. Hal ini bisa dilihat di menit ke-15. Bermula dari akselerasi Kagawa, dia melepaskan umpan ke Takashi Inui yang tidak terkawal. Namun tendangan Inui masih melenceng.

Kolombia tampil cepat dan sangat agresif, sementara Jepang bermain lebih sabar. Laga berjalan panas setidaknya sampai menit ke-25.

Di menit ke-30, Kolombia akhirnya mencari keseimbangan. Juan Cuadrado ditarik keluar dan digantikan Wilmar Barrios.

Upaya Kolombia membuahkan hasil di menit ke-38. Quintero yang mampu menyamakan skor lewat sepakan bebas mendatarnya. Tembakan Quintero membuat Kawashima terkejut dan telat dalam menghalau bola. Paruh pertama pun tuntas dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, tempo laga tidak secepat di paruh pertama. Kedua kesebelasan lebih berhati-hati di dalam permainannya. Pertahanan kedua kesebelasan menjadi semakin ketat dan keduanya sama-sama sulit mengembangkan permainannya, terutama di dalam mengkreasikan peluang.

Sampai di menit ke-53, Osako membuat kans untuk Jepang. Tapi sepakannya masih dapat dihalau Ospina dengan baik. Tiga menit kemudian giliran Inui yang mempunyai kesempatan. Namun tendangannya juga bisa diantisipasi Ospina.

Di menit ke-58, Kolombia akhirnya memasukkan James Rodriguez untuk meningkatkan serangannya. Walaupun begitu, Jepang masih mendominasi sampai menit ke-70. Jepang berulang kali melepaskan percobaan, akan tetapi tidak ada satu pun yang menghasilkan gol. Sepakan para pemainnya kerap melenceng atau melambung.

Kolombia benar-benar sulit untuk membangun serangannya. Masuknya Rodriguez dan disusul Carlos Bacca tidak banyak membantu permainan mereka karena lini belakang Jepang sangat kokoh.

Serangan bertubi-tubi Jepang pada akhirnya membuahkan gol. Bermula dari sepak pojok Keisuke Honda yang baru dimasukkan selama 4 menit, Osako menyundul bola ke dalam gawang Kolombia di menit ke-73. Jepang pun kembali unggul 2-1.

Kolombia mempunyai kesempatan di menit ke-77. Namun tendangan Rodriguez masih bisa diblok Osako.

Unggul di dalam jumlah pemain membuat Jepang memainkan tempo di 10 menit akhir pertandingan. Mereka tidak terlalu agresif, menjaga kedalaman dan terus mencoba menguasai bola. Kolombia pun semakin sulit untuk mengkreasikan peluang karena fokus para pemain Jepang sudah bertahan.

Sampai berakhirnya pertandingan, skor 2-1 untuk keunggulan Jepang tetap bertahan.