agen bola
Selamat Datang di Pasaranbet.com – Agen Bola SBOBET – IBCBET Terpercaya
Apabila anda membutuhkan bantuan, silahkan hubungi CS kami yang sedang bertugas !
Friday, 22 February 2019   |   01:53 AM

Agen Bola Terpercaya - Agen SBOBET - Agen IBCBET

Nama Ahok Digadang-Gadang Sebagai Ketua PSSI Yang Baru, Ahok Mau?

Ahok

Sejumlah nama-nama besar dan terkenal mulai berseliweran untuk menjadi calon Ketua Umum PSSI yang baru. Mulai dari Erick Thohir, Cak Imin sampai dengan Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok juga disebut-sebut. Namun apakah Ahok Mau?

Ahok merupakan salah satu calon alternatif untuk bisa menjadi ketua umum PSSI sejatinya telah muncul didalam beberapa waktu yang terakhir. Sosoknya yang dikenal sangat tegas dan juga tanpa kompromi dinilai sangatlah cocok untuk membereskan permasalahan dunia sepakbola yang ada di Indonesia dan termasuk organisasi PSSI dinilai oleh banyak orang.

Hal tersebut diaminikan oleh Mohamad Kusnaeni yang merupakan pengamat sepakbola. Ahok yang sudah bebas dari masa tahanan di hari Kamis tanggal 24 Januari 2019 tersebut dianggap memiliki intefritas, leadership serta kredibilitas yang sangat besar. Namun bukannya tanpa ada cacatan lain.

“Ahok memiliki sosok yang sangat lumayan ideal. Punya integritas, leadership dan juga kredibilitas yang sangat kuat. Sangat cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh PSSI untuk sekarang ini. Tapi mungkin Ahok masih terganjal dengan persyaratan formal statuta yang dipunyai oleh PSSI. Mengenai persoalan yang lain adalah apa yang jadi fokus Ahok setelah bebas nanti?” ujar Kusnaeni kepada salah satu media terkenal di Indonesia.

Persyaratan forma mengenai statuta tersebut merupakan tentang terlibat didalam tindak pidana.

Didalam statuta milik PSSI mencatat syarat untuk menjadi ketua umum harus bisa memenuhi empat poin pada statuta PSSI di BAB VI pasal 40 tentang Ketua Umum di ayat 2.

Meskipun tidak secara langsung disebutkan bahwa hal tersebut merupakan syarat untuk bisa menjadi ketua umum, akan tetapi sebagai komite eksekutif, persyaratannya tidak lain ialah sudah berusia lebih dari 30 tahun dan juga harus sudah aktif didalam dunia sepakbola sekurang-kurangnya paling lama lima tahun dan juga tidak pernah dinyatkan bersalah didalam suatu tindak pidana dan juga berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Padahal jabatan dan posisi PSSI pastinya tidak masuk kedalam posisi sebagai komite eksekutif di PSSI.